[ PECUNDANG ]

Aku, adalah aku yang lemah dan mudah menyerah.
Tapi, Tuhan, adalah Tuhanku.
Yang menghadirkanku beribu masalah agar menjadi kuat dan selalu tak mengenal kata menyerah.
Mungkin, jika tanpa keputusanNya menempatkanku pada sebuah tempat dimana kubangan dosa dan kotoran luka menjadi nafasku, aku hanyalah aku yang dulu.
Pecundang yang lemah.
Yang mudah menyerah pada setiap kehendakNya.
Alhamdulillah. Tuhan memilihku.
Memilihku untuk lebih banyak belajar dan mengenal hidup.
Mungkin bukan karena aku pribadi salih yang pantas dirindui surga.
Tapi karena aku, hambanya yang memang selalu ia rindu ketika lebih banyak lupa dan meninggalkannya untuk dosa.
"Ult li albi bissaraha
Hayya nab'idil karaha
Syakkireena a' kulli na'ma
Ba' ideena anil fattana"
Semesta adalah segumpal darah di dada, ketika aku lupa.
Risau, gundah, dan gelisah tanpanya.
Tapi, segumpal darah di dada adalah semesta, ketika kau menyentuhnya dengan cinta.
Tenang, kalem, selaw, dan selalu sadar sejatinya semua hanya kehendakmu agar kukembali.

0 komentar