Ketika edukasi tinggi untuk pelajar kalah oleh acara TV dan Youtobe yang liar.
Ketika handphone pintar kalah oleh kesenangan berkomentar dengan kata kasar.
Ketika handphone pintar kalah oleh kesenangan berkomentar dengan kata kasar.
Tak ingatkah kita akan perjuangan pahlawan kita yang bersajak dengan terbakar:
"Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi." – Jenderal Sudirman
"Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi." – Jenderal Sudirman
Tak ingatkah kita akan darah dan nyawa yang para pahlawan perjuangkan untuk kita yang senang mengeluh hanya karena otak dungu yang tak mau belajar.
Berhentilah menjadi kotoran.
Kau ingin menjadi apa wahai tuan?
Kau ingin menjadi apa wahai tuan?
Apakah negeri ini tak bisa sedikit saja membuat keadilan yang seadil-adilnya?
Ketika penghina guru, dibiarkan begitu saja tanpa hukuman, hanya karena menangis-nangis pura-pura meminta ampunan?
Ketika penghina guru, dibiarkan begitu saja tanpa hukuman, hanya karena menangis-nangis pura-pura meminta ampunan?
Apakah negeri ini sudah benar-benar merdeka? Apalah arti kata merdeka, jika guru yang harus dihormati malah bebas kita caci maki?
Diberi gaji kecil, diberi tugas yang berat, dan ditekan dengan alasan perlidungan anak.
Padahal, gurulah yang seharusnya kita pikirkan bagaimana perlidungannya dalam setiap yang memiliki benak.
Padahal, gurulah yang seharusnya kita pikirkan bagaimana perlidungannya dalam setiap yang memiliki benak.
Aku rindu masa dimana aku ditampar oleh guruku karena sering terlambat ke sekolah.
Aku tidak marah, memang akulah yang salah.
Aku tidak marah, memang akulah yang salah.
Aku rindu dimana guru bisa dihormati, bukan seperti ini. Diperlakukan tak manusiawi oleh orang-orang tai.
Bagaimana negeri ini benar-benar bisa merdeka, sedang ilmu tanpa adab, diisi oleh orang-orang biadab.
@si.blih
0 komentar