Berasa diri ini paling baik, padahal sering bermaksiat dengan licik
.
Bersandar aku di dinding musholah, mentafakuri semua salah
Bercermin aku di kaca kamar, betapa kotor wajahku ini dengan dosa yang membuat wajah memar
.
Tenggelam aku dalam haru, ternyata aku telah menipu diriku
Menipu semua kebaikan yang terbungkus dosa yang menyandu
.
Tersesat aku dalam durja, berlagak orang paling berpahala dalam dunia yang katanya indah karena ada senja
Terbakar aku dalam lupa, bahwa takdirku di surga kini hanyalah tinggal cerita dan cerita
.
Aku ingin bersyair agar doa ini tembus ke langit
Tapi aku malah terjebak dalam sajak penuh dosa yang menghimpit
.
Ingin rasanya aku menikmati senja bersamamu
Bercerita tentang semua keluh kesahku
Namun jika kutersadar aku tak taat akan ajaranmu
Malah membuatku malu akan semua bait kataku
.
Merindukanmu, aku begitu malu
Merenungkan betapa indah ahlakmu buatku terjatuh
.
Sujudku tak lagi khusu, karena mulutku berbau rokok samsu
Ya Rabb, aku sungguh rindu kekasihMu
Tapi malu dengan segala khilafku
Ini senandung rindu yang begitu palsu
.
Dzikirku kini tak lagi menyayat hati, karena aku terlalu sibuk untuk mengopi
Ya Rabb, sampaikanlah diksi terindahmu dariku untuk Sang Nabi
Diri ini ingin berjumpa namun takut akan mati
Ini diriku, yang hina, tapi ingin merindui
@si.blih
.
Bersandar aku di dinding musholah, mentafakuri semua salah
Bercermin aku di kaca kamar, betapa kotor wajahku ini dengan dosa yang membuat wajah memar
.
Tenggelam aku dalam haru, ternyata aku telah menipu diriku
Menipu semua kebaikan yang terbungkus dosa yang menyandu
.
Tersesat aku dalam durja, berlagak orang paling berpahala dalam dunia yang katanya indah karena ada senja
Terbakar aku dalam lupa, bahwa takdirku di surga kini hanyalah tinggal cerita dan cerita
.
Aku ingin bersyair agar doa ini tembus ke langit
Tapi aku malah terjebak dalam sajak penuh dosa yang menghimpit
.
Ingin rasanya aku menikmati senja bersamamu
Bercerita tentang semua keluh kesahku
Namun jika kutersadar aku tak taat akan ajaranmu
Malah membuatku malu akan semua bait kataku
.
Merindukanmu, aku begitu malu
Merenungkan betapa indah ahlakmu buatku terjatuh
.
Sujudku tak lagi khusu, karena mulutku berbau rokok samsu
Ya Rabb, aku sungguh rindu kekasihMu
Tapi malu dengan segala khilafku
Ini senandung rindu yang begitu palsu
.
Dzikirku kini tak lagi menyayat hati, karena aku terlalu sibuk untuk mengopi
Ya Rabb, sampaikanlah diksi terindahmu dariku untuk Sang Nabi
Diri ini ingin berjumpa namun takut akan mati
Ini diriku, yang hina, tapi ingin merindui
@si.blih
0 komentar