Pertama, DOAIN.
Kalau Anda follownya via chat, doain aja cabuynya. Tulus tapi ya. Jangan modus. Innamal a’malu binniyat. Sayang kalau cuma modus supaya cepet closing.
Contohnya gini:
“Mba, moga nanti buku Chit Chat yang mba pilih kemarin bisa bener-bener cocok dan suka ya. Makin tinggi angka closingnya, makin naik omsetnya suaminya. Aaamiin…”
Kebayang?
Cara di atas sangat soft dan nyaman dibaca. Emosinya menenangkan dan menentramkan pikiran cabuy. Bakal beda banget dengan cara yang ini:
Kedua, SINDIR.
Kalau Anda follow upnya via email, atau SMS, Anda bisa sindir mereka dan ngasih kode-kode gitu.
Contohnya gini:
“Saya mengenal banyak orang sukses di Indonesia. Kebiasaan baik mereka adalah melakukan take action cepat saat ada peluang datang, gak nunda-nunda. Karena mereka tahu, peluang dan kesempatan belum tentu datang 2x”.
Intinya mah nyindir cabuy supaya gak nunda-nunda dan buruan action.
Atau, Anda bisa pake sindir dengan begini:
“Eh tahu gak, konon katanya, orang yang suka PHP in penjual, biasanya dagangannya sendiri suka di PHP in sama calon pembelinya. Karma namanya. Saya sih percaya gak percaya. Gak tahu kalau kamu? Moga jangan sampai deh ya”
Hahahaha. Intinya jangan suka PHP ya.
Ketiga, TAGIH BRUTAL.
Tagihlah pembayaran si konsumen anda. Baik dengan cara yang soft maupun hard
Contoh kata kata follow up penawaran bisa juga kaya gini.
“Hai. Buruan transfer ya. Promo Paket Resolusi akan ditutup besok malam. Kalau emang serius beli, buruan transfer! Jangan nunda-nunda. BT tau di PHP-in mulu..”
Hahaha..
Keempat, Kalau Udah Di Followup Cuman di READ DOANG?
Pernah ngalamin yang beginian? Kalau belum berarti jualannya enggak pake komunikasi whatsapp bisa jadi langsung add to cart atau jualannya kurang serius nih he he he.
Prinsip, kalau layanan customernya masih berbasis chatting. Akan dapat fenomena seperti itu.
Solusinya pie?
Contoh kata kata followup ke pembeli yang begini:
“Kak, chat/sms/whatsapp saya jangan di read doang dong. Aku jangan dicuekin. Kalau kakak enggak beli saya enggak musuhin atau block kok. Kita tetap saudaraan 🙂 “.
Atau
“Kak, chat/sms/whatsapp saya jangan di read doang dong. Aku jangan dicuekin. Kalau kakak enggak beli saya enggak nggigit atau block kok. Kita tetap saudaraan 🙂 “.
Daaan sebagainya.
Kapan Waktu yang tepat untuk melakukan follow up customer / calon pembeli kita?
Ketika kita / mentor bisnismu meminta melakukan follow up bukan berarti langsung brutal tiap menit kita chat utk kita tagih ya.
Misalnya nih, dirimu mau beli sesuatu pas online. Dirimu udah kontak awal / chat ke penjualnya. Eh dianya serrrriiiing banget chat nanyain, “kak udah transfer belum”, “jadi beli kak?“, atau kata kata lainnya. Pasti ilfil ya?
Tips dari saya, misalnya pas beliau chat awal awal, kok dianya udah bilang, “Nanti tanya suami dulu”.
Lalu kita balas saja, “Siap kak, mohon ijin nanti sore atau besok pagi kami ingatkan kakak lagi ya, agar barangnya bisa segera kami siapkan”. Jadi kita minta ijin untuk ‘memfollow up’ tapi pake kata kata ‘bantu ngingetin’.
So, waktunya ya di rentang sore / pagi sesuai yg udah kita ucapkan tadi / chatkan tadi.
Lalu biasanya dalam 1×24 jam maksimal 2x 24 jam sudah kami followup lagi (followup pertama dan kedua). Misalnya tuh kita bilang begini, “Hai kak ini dari Khesia. Tempo hari kakak merencanakan mau belanja produk A,B,C dengan spesifikasi B,C,D,E. Apakah keterangan dari kami sudah cukup jelas dan bisa transaksi sekarang? Stok produk terbatas lo kak”.
Daaan lain sebagainya.
Notes @si.blih : Kamu harus punya jadwal follow up, misal dalam sehari 3x follow up di 3 waktu berbeda. Dan usahakan dijam2 online ya.
Target Follow Up kita itu buat ngedapetin apa Sih Aslinya?
Oke, Sebagai penutup saya kasih ringkasan tambahan. Apa pentingnya kita melakukan followup?
- Boost Your Sales: Customer yang terlayani dengan baik dia akan suka datang lagi dan belanja lebih banyak
- Increase Customer Retention: bisnis akan sakit kalau customernya cuman customer sekali beli terus pergi (kecuali di bisnis tertentu). Followup akan membantu merubah customer yang cuman sekali beli, dia bisa rutin beli jadi pelanggan kita
- Generate Customer Testimonial and Referral: kita bisa dapatkan testimoni ( ini mujarab buat jualan kita) atau dapatkan referal dari dia. Referal maksudnya kita bisa tanyakan ke customer, “Adakah lagi mungkin relasi / teman anda, yang dia punya masalah seperti anda lalu anda ingin dia juga mendapatkan solusi terbaik seperti yang sudah anda alami dengan produk / jasa kami?”
- Improve your performance: kita bisa dapat banyak feedback dari suara asli customer agar bisa memperbaiki produk / jasa atau layanan kita.
- Innovate: ada banyak inovasi lahir dari suara pelanggan. Kita harus dengarkan keluhan, kebutuhan, masukan, dream mereka agar kita bisa ciptakan penyempurnaan produk / subtitusi produk buat mereka
- Differentiate: Banyak bisnis tidak melakukan followup, hanya anda dan bisnis anda yang selalu ada di hati customer.
Semoga Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon yang kami sharekan bermanfaat ya. Ilmu ini bisa baut followup prospek MLM, Customer toko online, Customer offline, buat cari jodoh. Simak juga, cara bikin kata untuk iklan produk di social media.
Apa saja deh. Karena komunikasi apapun aslinya tetap butuh followup kok.
Btw, Artikel ini boleh dong dirimu sharekan juga ke temen fb, twitter, atau temen grup whatsappmu. Mau terus dapat artikel seru begini? Langganan aja. Bisa via kolom di bagian kanan artikel atau pakai form berikut ini (ada hadiah ebook spesial bagi yang subscribe via form ini) :
sumber: AnjrahWeb
0 komentar