#DiaryPedagang - Jatuh Diantara Para Bintang

Ir. Soekarno pernah berkata, "Bermimpilah setinggi langit, karena jika terjatuh pun, kau akan terjatuh diantara para Bintang."

Ini yang saat itu aku rasakan. Usahaku tengah jatuh, modal sudah hampir habis, laba usaha selalu minus, dan tagihan kontrakan kios sudah di depan mata.

Saat itu, yang aku pikirkan hanyalah bagaimana caranya mencari Jalan Keluar yang baik atas semua ini. Mau berhenti, tidak semudah itu. Karena kami terlibat hutang usaha dan tagihan kontrakan kios yang nilainya jika dijumlahkan sampai puluhan juta.

Bayar dari mana? Makan saja masih senampan dibagi bertiga bersama timku yang lainnya. Sedih sekali rasanya. Ditambah cibiran dari keluarga semakin menyiksa di raga.

Beruntung aku diajak oleh salah satu temanku ke rumah Dosen yang memang mentor bisnis. Mereka menawari kami untuk menjadi mentor bisnis kami. Rasanya aku seperti bertemu dengan malaikat.

Ketika diluaran sana banyak yang ingin menjadi mentor tapi muridnya harus bayar, mereka malah menawarkan diri dan bilang gak perlu bayar.

Dosenku bilang, "Kamu tuh gimana sih Blih, kan suka kesini. Tapi kenapa gak bilang kamu buka usaha dari investor itu untuk buka kios? Saya kira kamu usaha apaan. Yaudah, saya mentorin kamu aja sama temen-temen kamu yang lainnya. Disini saya gak ada niat menggurui, tapi Bisnis itu gak mudah Di. Kamu butuh mentor."

Sebelum membuka Usaha dengan Timku, aku sering berkunjung ke rumah Dosen tersebut bersama Sahabat2ku. Inilah salah satu motivasiku juga ingin punya usaha di rumah, aku ingin seperti Dosenku yang bisa usaha di rumah, dan tiap hari bersama keluarga.

Tapi ternyata kenyataannya jauh berbeda, aku malah tersesat nun jauh disana.

Aku dan sahabat2ku bisa dibilang paling dekat dengan Dosen ini. Bagi kami, Beliau itu tidak hanya guru bagi kami, tapi sudah seperti kakak sendiri. Perangainya yang Sholeh, Otaknya yang cerdas, dan Adabnya yang luhur sangatlah kami kagumi.

Rasanya beruntung sekali memiliki mereka, selalu menjadi peneduh diantara duka.

Aku jadi ingat salah satu Quotes Bijak, "Jangan hitung seberapa banyak Sahabatmu di kala kita sedang senang, Tapi hitunglah sahabatmu di kala kamu sedang susah. Maka itulah mereka."

Akhirnya aku dan Tim Bisnisku pun memutuskan untuk mengikuti arahan Dosenku tersebut untuk menjadi seorang Publisher Android saja.

0 komentar