Antara Aku, Kau, dan Tiada


"Antara Aku, Kau, dan Tiada"
oleh: @si.blih

Kevin merupakan siswa dari SMA 666 Jakarta. Dia merupakan seorang Indigo. Semasa kecilnya sampai dengan sekarang, dia sering melihat hantu penasaran yang berkeliaran.

Hantu-hantu itu merupakan arwah penasaran yang masih gentayagan di dunia karena mati terbunuh dan tak akan pernah kembali ke alam abadi sebelum berhasil membalaskan dendamnya pada pembunuh mereka.

Putri, seorang siswi yang satu sekolah dengannya, merupakan siswi terpintar di sekolahnya. Putri merupakan gadis cantik, banyak sekali penggemarnya. Mulai dari teman-teman sekolahnya sampai dengan guru-gurunya.

Putri jatuh cinta pada Kevin, namun sayang Kevin merupakan pribadi pendiam dan cuek dikarenakan dia terlalu sering menyendiri disebabkan sering melihat hantu yang melihatnya.

Tepatnya ketika Putri sedang berjalan menuju pulang, Putri diikuti oleh Alex dan teman-temannya. Alex menyukai Putri namun Putri tidak menginginkan Alex dikarenakan dia ingin fokus belajar untuk mendapatkan beasiswa pendidikannya.

Putri harus berjuang keras untuk belajar agar tetap mendapatkan beasiswa pendidikannya, karena keluarganya tak mampu membiayainya. Sayang sekali kepintaran dan kecantikan Putri kadang membuat ia merasa terganggu karena banyak pria yang ingin memilikinya, salah satunya adalah Alex.

Alex mengikuti Putri dan menghalangi perjalanan pulang Putri, dia mengungkapkan perasaannya di depan teman-temannya, namun Putri menolak. Alex pun marah dan menampar Putri.

Tak sengaja Kevin melewati kerumunan mereka, dan dia pun langsung menolong Putri.

"Hentikan!" Ucap Kevin.

Alex pun menghampiri Kevin dengan wajah sangarnya dan berkata, "Apa? Lu mau apa?"

"Anak aneh kayak elu mah apa hah? Mau gue gebukin?"

Sebetulnya Kevin tidak hanya bisa melihat hantu, tapi dia juga jago bela diri. Tapi selama ini dia menyembunyikan kemampuannya tersebut.

Kevin pun akhirnya berkelahi dengan Alex dan teman-temannya, semua dilibas habis oleh Kevin. Alex dan teman-temannya pun ketakutan dan berlari terbirit-birit.

"Te.., terimakasih ..., Kevin." Ucap Putri.

"Iya, ayo kita pulang."

Sejak saat itu, Kevin bersahabat dengan Putri. Mereka berteman baik dan sering menghabiskan waktu bersama.

Namun sayang, kisah mereka berakhir setelah Putri harus berhadapan dengan Gurunya yang mesum dan menginginkan kecantikan Putri.

"Putri, maaf sekali sepertinya beasiswa kamu harus bapak putus. Karena nilai kamu buruk."

"Tapi pak, nilai saya yang lainnya kan bagus. Kenapa di mata pelajaran bapak, nilai saya jadi anjlok?"

"Kamu tahu kenapa? Karena saya tidak suka dengan kamu. Kamu terlalu acuh dengan saya, sikap kamu tidak sopan."

Pak Steven, salah satu guru yang menyukai Putri. Dia sering menggoda Putri, tapi selalu Putri tolak.

"Sudah cukup Putri, bapak punya syarat kalo kamu ingin bapak baguskan nilainya. Malam ini kamu temenin bapak di rumah ya, Istri saya sudah 1 tahun tidak pulang. Nanti sepulang sekolah saya jemput kamu di depan Mall Ciputra. Kita janjian aja disana. Kamu paham kan maksud saya?"

"Tapi pak...."

"Sudah saya tidak mau berbicara apa-apa lagi. Kalo kamu tidak mau, beasiswa kamu akan bapak putus. Sekarang cepat kembali ke kelas kamu."

Putri pun bersedih, dan hanya bisa terdiam. Jika dia tidak melakukan yang Pak Steven pinta, pasti dia tidak akan bisa melanjutkan sekolahnya.

"Put, kenapa diem terus? Lagi ada masalah?" Ucap Kevin.

Putri pun hanya diam tak menjawab perkataan Kevin.

Sampai pulang sekolah, Putri tidak berbicara dengan Kevin. Dia memendamnya sendiri.

"Put, mau pulang bareng?" Ajak Kevin.

"Kamu duluan aja ya Vin, aku ada urusan dulu."

"Ooh yasudah. Hati-hati di jalan ya, jangan bengong mulu."

Tadinya sepulang sekolah ini, Kevin ingin menembak Putri. Dia sudah jatuh hati pada Putri, yang selalu menjadi temannya selama ini. Kevin cukup kecewa karena hari ini Putri tidak bisa pulang bareng dia lagi. Tapi Kevin tetap akan mencobanya besok lagi.

Di depan Mall Ciputra, Putri bertemu pak Steven. Dia di jemput dengan mobil.

"Nah gitu dong Put, nurut sama saya. Nanti saya kasih nilai 100 ya. hehe"

Putri hanya berdiam dan masuk ke dalam mobil.

Sesampai di rumah Pak Steven, Putri meminta maaf sambil menangis.

"Pak, maafkan saya. Saya tidak bisa melakukan apa yang bapak pinta, tapi mohon pak jangan putus beasiswa saya. Saya membutuhkan itu."

"Tidak bisa, kamu harus mengikuti keinginan saya. Jika tidak bisa saya akan memutus beasiswamu."

"Jika bapak tetap memaksa, saya akan sebarkan rekaman bapak mengajak saya ini kepada semua orang." Ucap Putri sambil mengangkat Handphonenya.

Pak steven pun terkaget, ternyata selama ini Putri merekam perkataan Pak Steven yang merayu Putri. Dan dia pun marah lalu mencekik Putri sampai Putri kehilangan nafasnya.

Pak Steven pun semakin terkaget, ternyata putri telah mati di tangannya. Dia tidak banyak berpikir lagi, lalu dia pun memasukan jasad putri dan membuangnya ke sebuah Danau.

Hari berganti, Kevin merasa kesepian karena Putri tidak masuk sekolah. Dia berniat untuk ke rumah Putri selepas pulang sekolah untuk melihat keadaan Putri.

Namun ketika sedang tengah belajar, kabar itu pun tiba.

Pengumuman Bela Sungkawa, atas meninggalnya Adinda Putri Lestari.

Kevin terkaget dan langsung ke luar kelas menuju ruang guru. "Bu, apa betul yang diumumkan itu? Putri?"

Sambil menangis, guru-guru pun berkata "Iya Kevin, mayat Putri di temukan di Danau Kahirupan."

Kevin berlari menuju rumah Putri tanpa memperdulikan jam sekolahnya.

Terbujur kaku mayat Putri, Kevin pun tak kuat menahan air matanya.

Kevin pun mencari Arwah Putri yang masih penasaran, namun dia tidak menemukannya. Kevin kebingungan, kenapa dia tidak bisa melihat Arwah Putri, apa mungkin Putri bunuh diri? Sampai arwahnya tidak penasaran?

Selepas pemakaman, semua orang meninggalkan kuburan Putri. Kevin pun masih terdiam di atas kuburnya, dan berkata seorang diri, "Put, muncul lah. Gue tahu elu gak semungkin itu bunuh diri Put! Put, gue sayang banget sama elu, kenapa elu pergi secepat itu!"

Kevin tak kuat menahan tangisnya, wanita yang dicintainya kini telah tiada.

"Kevin." Arwah putri muncul tiba-tiba di depan Kevin.

Kevin terkaget dan langsung berkata, "Putri?"

"Ternyata benar ya, rumor yang mengatakan bahwa kamu bisa melihat hantu itu benar?"

"Iya put, maafin gue yang gak cerita sejauh itu ya. Gue gak mau lu takut dengan keadaan gue."

"Lalu, apa betul jika arwah penasaran yang mati terbunuh jika dendamnya terhapus dia akan kembali ke alam abadi dan kamu tidak akan pernah melihatnya lagi?"

"Iya put, siapa orang yang melakukan hal setega ini sama elu put?"

"Kalo aku kasih tahu, kamu akan membongkar semuanya dan membalaskan dendamku Vin?"

"Tentu Put, aku akan adili dia. Ayo kita bekerja sama untuk membawa dia mendapatkan hukuman yang layak!"

"Tidak Vin, aku tidak mau kembali ke alam abadi jika tidak bersamamu. Aku ingin terus melihatmu meskipun ini tidaklah nyata."

Kevin hanya terdiam.

"Aku juga sayang sama kamu Vin, maafin aku yang pergi lebih dulu."

Dan akhirnya Putri pun merahasiakan pelaku yang membunuhnya agar bisa terus melihat Kevin sampai waktunya ke alam abadi telah tiba.

Setiap hari, Kevin selalu di temani oleh Hantu Putri. Mereka hidup bahagia meski pun semuanya tidaklah nyata.

Namun Kevin tetaplah tidak tenang, karena dia menyimpan dendam pada pelaku yang membunuh Putri.

Aida, seorang wanita yang pintar dan cantik nomor 2 setelah Putri di sekolah. Dia mendatangi Kevin.

"Vin, lu temen deketnya Putri kan. Gue tahu elu bisa lihat arwahnya Putri. Soalnya gue sampai saat ini masih suka dengar lu suka menyebutkan kata Putri di mulut elu."

"Ah so tahu lu." Kevin mengelak.

"Gue tahu siapa pembunuh Putri vin, karena gue juga punya nasib yang sama dengan Putri. Gue memperjuangkan beasiswa gue biar bisa lanjut sekolah. Dan itu rasanya menyakitkan."

"Maksud elu?" Tanya Kevin.

"Di lantai paling atas, sepulang sekolah kita ketemu ya. Gue pengen kasih tahu elu yang sebenarnya."

Sebelum bertemu dengan Aida sepulang sekolah, Kevin menanyakan pada Putri, "Apa betul Put, kematian elu dan beasiswa elu semua ini saling berhubungan?"

"Aku gak mau ngasih tahu kamu Vin, aku gak mau kamu membalaskan dendamku. Aku tidak mau jika tidak bisa melihat kamu lagi selamanya. Aku mohon, jangan balaskan dendamku."

Kevin yang kesal, ingin sekali tahu siapa pembunuh Putri. Akhirnya dia pun menemui Aida.

"Jadi, siapa pelakunya?"

"Santai dong Vin, jangan cuma Putri yang lu pikirkan. Karena ini semua menyangkut semuanya. Semua siswa siswi yang bernasib sama kayak gue dan Putri."

"Baik, coba lu ceritakan detailnya."

"Bagi kami yang kurang mampu, mendapatkan beasiswa itu sangatlah penting Vin. Perbedaannya gue dan Putri itu adalah, Putri menolak perbuatan keji, sedangkan gue? Gue gak bisa menolak itu karena gue membutuhkannya."

"Maksudnya bagaimana Aida?"

Aida pun menangis, dan mengatakan "Pak Steven Vin, semua siswa yang mendapatkan beasiswa pasti akan sulit mengejar nilai di mata pelajarannya. Terutama untuk yang para wanita. Dia mengajak siswa yang mendapatkan beasiswa untuk menemaninya tidur. Putri menolak, sedangkan gue enggak. Gue pun tersiksa Vin, gue tersiksa harus jalani hidup kayak gini. Gue gak bisa kayak gini Vin, gue ingin adili pak Steven tapi gue gak berani."

Kevin pun terdiam dan kesal tiada tara, dia langsung berlari menuju ruangan Pak Steven.

"Kevin tunggu!" Ucap Aida.

Kevin menghampiri Pak Steven dan memukulinya sambil berkata, "DASAR PEMBUNUH! LU KAN YANG BUNUH PUTRI?!

Semua orang terkaget akan apa yang dilakukan oleh Kevin, dan melerainya.

"Apa-apaan kamu, apa kamu punya buktinya? Jangan sembarang menuduh kamu!"

Ternyata Kevin malah mendapatkan hukuman dari Sekolah karena menuduh tanpa bukti dan memukulnya tanpa sebab. Kevin terpaksa mendapatkan hukuman tidak boleh masuk sekolah selama 2 hari.

Di hari berikutnya, Kevin tidak masuk sekolah. Kevin sangat kesal, dan akhirnya dia ingin menemui Aida ketika dia sudah pulang sekolah untuk membuat rencana balas dendam pada Pak Steven dan mengumpulkan bukti untuk melaporkannya pada kepolisian.

"Stop Vin, yang kamu lakukan itu membahayakan Aida." Ucap Putri yang masih membersamainya.

Namun Kevin tidak mendengarkan ucapan Putri dan tetap akan menemui Aida.

Setelah sampai di sekolah, Kevin menunggu Aida. Namun dia tidak menemui Aida, yang dia temui hanyalah sebuah kabar, bahwa Aida telah meninggal dan mayatnya ditemukan di Danau Kahirupan seperti yang terjadi pada Putri.

Kevin terkaget. Kenapa ini bisa terjadi? Apa mungkin ini ulah Pak Steven lagi?

Kevin lalu bertemu dengan Arwah Aida yang mendatanginya, "Kevin."

"Aida? Apa yang terjadi dengan elu?"

"Sudah cukup Vin, lu gak perlu cari bukti lagi untuk melaporkan Pak Steven. Gue yang akan bunuh dia sekarang!" Ucap Aida.

"Stop Aida, jangan lakukan itu!" Ucap Putri.

"Ada apa Put? Kenapa lu gak balaskan dendam elu? Apa karena cinta? Cinta elu tidaklah nyata pada Kevin, lu sudah tidak ada. Kembalilah ke Neraka!" Aida marah kepada Putri.

"Aku tak akan membiarkanmu melakukan itu Aida!" Balas Putri.

"Terserah Put, lakukan semaumu, aku pun akan melakukan semauku!"

Jika Pak Steven mati, dan dendam Aida terbalaskan, maka dendam Putri pun akan terbalaskan. Dan akhirnya Putri pun harus kembali ke alam abadi dan meninggalkan Kevin. Putri masih ingin bersama Kevin.

Setiap kali Aida mencoba membunuh Pak Steven, Putri selalu menghalangi. Dan Akhirnya terjadilah pertarungan antara Putri dan Aida,

Kevin bingung, harus membela yang mana. Karena dua-duanya benar. Aida harus membalas Pak Steven, tapi dia juga tak mau jika tidak bisa melihat Putri lagi.

"Oke put, jika lu gak terus menghalangi gue membunuh Pak Steven. Gue akan mengganggu semua yang ada di sekolah ini. Gue akan bunuh mereka semua."

Akhirnya Putri pun tidak bisa menahan Aida lagi, karena dendam Aida melebihi cinta Putri pada Kevin. Sehingga kekuatan Aida lebih besar dibandingkan Putri.

Putri pun harus mengambil keputusan, dan akhirnya dia berpamitan pada Kevin.

"Sudah waktunya aku harus pergi, kamu jaga diri baik-baik ya Vin. Aku sayang kamu, dan aku akan menunggu kamu di alam sana. Bahagialah di dunia ini, nikahilah wanita yang baik, yang bisa menemanimu kala suka dan duka. Aku mencintaimu Vin." Ucap Putri pada Kevin sambil menangis.

Kevin pun hanya bisa terluka dan patah hati, harus menerima keadaan ini.

Aida dan Putri akhirnya membunuh Pak Steven, mereka pergi untuk selamanya. Dan Kevin melanjutkan hidupnya dengan hari-hari yang penuh rindu pada Putri.

Setiap hari Kevin mendatangi kuburan Putri, dan berkata "Put, maafkan gue yang gak bisa jagain elu selama ini. Gue sadar, cinta kita hanyalah berisi tentang Aku, kau, dan Tiada. Tapi percayalah, jika kita bertemu lagi nanti, kita pasti akan selamanya bahagia."

Tamat.

0 komentar