#DiaryPedagang - Merasa Ditinggalkan

"Gila ya, dia ninggalin elu pas lagi susah Di. Temen macam apa itu?"

Begitulah salah satu ucap temanku, ketika dia tahu bahwa aku sedang terjatuh dan teman seperjuanganku malah meninggalkanku seperti kulit kacang di asbak tongkrongan begitu saja.

Aku tidak tahu apa itu makna dari kata Ditinggalkan ataupun Meninggalkan.

Bagiku, dari awal semuanya memang tidak ada. Semua hal yang ada di hidupku itu fana. Tidak ada yang nyata, yang nyata hanyalah perasaan yang terlalu mencintai dunia.

Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata, "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

Tapi bagiku, hal yang paling pahit itu bukanlah ketika berharap kepada manusia, melainkan ketika kita berharap bahwa kehidupan di dunia ini adalah tempat kita mencari kebahagiaan selamanya.

Aku benci kehidupan, sejak awal. Aku tidak begitu menyukai dunia ini, makanya aku selalu ingin lekas pergi dari dunia ini. Karena di dunia ini terlalu sesak oleh orang-orang yang busuk, mungkin termasuk diriku.

Aku pernah ditinggalkan sosok yang sangat aku cintai, teman terbaik untuk diajak ngopi. Yaitu Bapakku. Ketika bapakku pergi meninggalkan dunia, aku menangis terasa tertusuk di hati paling dalam. Terutama ketika terkahir kali aku melihat wajahnya di ujung liang lahat.

Disitu aku berpikir, "Ya Allah, ini terakhir kalinya gue lihat bapak gue? Kok rasanya sakit banget."

Sampai seiring berjalan, aku tersadar. Bapakku tidaklah meninggalkanku, dia tetap ada. Hanya beda kehidupan saja. Untuk apa aku terdampar dalam luka? Sedang dia sendiri sudahlah bahagia.

Sadarku selanjutnya, bahwa aku tidaklah ditinggalkan oleh siapapun. Aku hanya terlalu merasa memiliki dia, aku terlalu merasa memiliki seorang Bapak, aku terlalu merasa bahwa dia adalah milikku seutuhnya. Padahal pada kenyataannya, dia bukanlah milikku, dia hanya seseorang yang Allah hadirkan dalam hidupku untuk sementara di dunia.

Sampai akhirnya, hingga sekarang aku tidak pernah merasa ditinggalkan, meninggalkan, kehilangan, atau apapun, ketika ada sebuah partikel yang hilang dalam hidupku. Termasuk ketika aku ditinggakan oleh temanku.

Aku tidak merasa memiliki seorang teman atau apalah namanya, aku tidak pernah menganggap semua yang ada di hidupku itu nyata. Bagiku semuanya hanya Titipan yang sementara. Sebaik apapun kita menjaganya, Toh kehendak Tuhan lebih menguasai semuanya.

Jadi untukmu yang merasa telah pergi dariku, ataupun kamu yang merasa pernah hilang dari hidupku, ataupun untukmu yang merasa "sepertinya aku terluka" karena ditinggalkan orang-orang yang berharga. Berhentilah!

Berhentilah, aku tidak pernah menganggap semuanya ini ada, aku tidak suka semuanya, aku tidak ingin menyayangi semuanya, aku tidak ingin merasa memiliki semuanya. Bahkan aku sendiri pun kelak akan menghilang, dan aku tak ingin dianggap ada dan merasa dimiliki siapapun.

Aku tidak memiliki keinginan apapun, karena hal paling menyakitkan di dunia bagiku adalah ketika kita memilikii rasa "ingin" yang buta. Yang menggap bahwa "keinginan" kita itu harus diperjuangkan sekuat tenaga, padahal faktanya semua selalu kembali pada kehendakNya.

#DiaryPedagang

0 komentar